Feed back my Memori With Foto Novella.

Iceberg Seperti biasa, setiap malam habis kerja layout, aku mengotak-atik isi folder yang ada di Komputer ku kerja, Malah karena keasyikan mengkopi kopi serta mendownload, kapasitas Harddisk 160 GB tidak terasa hampir penuh.Begitu banyak isi sampai aku lupa mana yang penting dan mana yang gak penting.

Setelah beberapa lamanya aku berselancar di dalam isi folderku, tiba-tiba langkahku terhenti pada sebuah objek gelombang gunung es, dimana foreground adalah 5 orang pasukan yang sedang bergaya lugu-luguan w. Yach.. aku ingat itu adalah foto latihan pertama kali belajar croping di Program Potoshop 7. Foto ini sudah lama sekali ku simpan, sebelum bekerja di Banda.

Itulah my Big Family. Mulai dari kanan, yaitu Kakakku Husna Hayati, Husni Mubarrak, Husnul Fikri, Ridha Syuhada, dan Ridha Aulia. tapi orang di kampung ku memangkas nama kami bila memanggilnya. Semua diambil dari kata terakhir yaitu kalau Husna di panggil Nana, Husni = Nini, Husnul = Nunu, Ridha Syuhada = Syuhada, dan Ridha Aulia = AUlia. dan kadang-kadang ada sebagian orang kampung iseng-iseng memanggilnya : Nana, Nini, Nunu, Syuhada, Aulia, Akum (Akum ditambah untuk melengkapi nama kami,,,entahlah,,, katanya bagus sebagai penutup nama)..Padahal aku sendiri sangat kesal , hingga ada sebagian orang yang kena marah jika memanggil dengan sebutan itu.

Tapi aku juga bersabar dan tak menghiraukan panggilan itu, bukan namanya orang aceh kalau tidak memangkas kata, seperti kata bang Iskandar Norman , “Orang Aceh sangat suka memangkas kata. Nama Ibrahim cukup dipanggil Him, Sulaiman cukup dengan Leman. Begitu juga terhadap pembesarnya, Panglima disebut cukup dengan kata Pang. Konon kebiasaan memangkas kata ini pula yang katanya membuat orang Aceh lihai, gesit dalam segala hal” Di dalam berperang aja tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk mengomandoi sebuah perintah, misalnya jika menyuruh untuk panjat pohon kelapa tuk bersembunyi, perintahnya cuma Euk Ue., simple aja.

Aku sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada orang tuaku yang telah bersusah payah dalam mendidk dan membesarkan kami semua. Usia kami yang tak jauh berselang membuat mereka harus bekerja extra dalam merawat kami. Apalagi jika mengenang masa kecil kami dulu yang sangat nakal-nakal. Semoga aja Allah membalas jasa keduanya di akhirat kelak.

Leave a Reply